ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER
Pengertian autism spectrum disorde
Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan pada anak yang ditandai oleh hambatan dalam berinteraksi sosial, komunikasi, serta memiliki pola perilaku dan minat yang terbatas dan berulang. Hambatan perkembangan ini dapat terlihat sebelum anak berusia 3 tahun sehingga diagnosis autisme sudah dapat ditegakkan.
Penyebabab autism spectrum
- Jenis kelamin. Anak laki-laki 4 kali lebih berisiko mengalami autisme dibanding anak perempuan.
- Faktor genetik. Sekitar 2-18% orang tua dari anak penderita autisme, berisiko memiliki anak kedua dengan gangguan yang sama.
- Kelahiran prematur. Bayi yang lahir pada masa kehamilan 26 minggu atau kurang.
- Terlahir kembar. Pada kasus kembar tidak identik, terdapat 0-31% kemungkinan autisme pada salah satu anak memengaruhi kembarannya juga mengalami autisme. Pengaruh autisme makin besar pada anak yang terlahir kembar identik, yaitu sekitar 36-95%.
- Usia. Semakin tua usia saat memiliki anak, semakin tinggi risiko memiliki anak autis. Pada laki-laki, memiliki anak di usia 40an, risiko memiliki anak autis lebih tinggi 28%. Risiko meningkat menjadi 66% pada usia 50-an. Sedangkan pada wanita, melahirkan di atas usia 40an, meningkatkan risiko memiliki anak autis hingga 77% bila dibandingkan melahirkan di bawah usia 25 tahun.
- Pengaruh gangguan lainnya. Beberapa gangguan tersebut antara lain distrofi otot, fragile X syndrome, lumpuh otak atau cerebral palsy,dan sindrom Down.
- Pajanan selama dalam kandungan. Konsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan (terutama obat epilepsi) dalam masa kehamilan, dapat meningkatkan risiko anak yang lahir menderita autisme.
Ciri-ciri autism spectrum disorder
1.Perkembangan yang tidak seimbang
Perkembangan yang tidak seimbang pada bayi atau anak autis, dikarenakan sistem motorik anak mengalami gangguan, sehingga perkembangan otaknya pun tidak bisa berkembang dengan baik sebagai mana mestinya.
2. Menyukai kegiatan yang mengulang
Coba Anda perhatikan kegiatan si kecil, jika ia menyukai kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dan dalam frekuensi yang sangat tinggi, kemungkinan ia mengidap autis. Misalnya sering melompat, apalagi jika kegiatan ini dilakukan dimanapun dan kapanpun. Karena ciri-ciri anak autis sejak bayi apabila si Kecil menyukai suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang.
3. Gangguan komunikasi
Salah satu ciri yang mudah untuk Anda kenali pada anak autis adalah dari gaya bicaranya. Anak autis memiliki gaya bicara yang khas yaitu gagap, terlambat dan kurang bisa mengerti kata-kata yang sering digunakan oleh orang-orang pada umumnya.
4. Membenci suara bising
Sebaiknya jika sedang melakukan pembicaraan dengan anak autis jangan menggunakan nada dan intonasi yang keras. Karena salah satu tanda Anak autis adalah tidak menyukai suara yang terlalu keras dan bising